SEKOLAH TINGGI TEOLOGIA

Thursday, May 11, 2006

IOANES RAKHMAT, JOHN TITALEY, ARISTARCHUS CS GURU AJARAN SESAT PLURALISME JALAN KESELAMATAN

Nyawa Kristen, yaitu doktrinnya, dicekik dan dicecer cecerkan ke dalam
gehenna pluralisme oleh gerakan GKI-STT, dengan pretensi "ilmiah,"
alasan "kebersamaan," "kerukunan," "kontekstualisasi," dan jurus2
politik lainnya. Kalau anda masih anggap Kristus unik, tunggal, tanpa
analogi; maka gerakan pluralisme sesat di GKI-STT2 mereduksi
Dia menjadi salah satu
dari selebritis2 agama.

Gerakan Ioanes-Eka-Aristarchus-Titaley, cs. ini menghina ortodoksi
Kristen yang masih percaya kebenaran mutlak Alkitab dalam hal sejarah,
sains, dan fenomena lainnya, dengan sindiran2 seperti pietis, separatis,
nostalgia, fundamentalis, dll. Menurut Rakhmat itu ciri2 orang2 yang
maniak kuasa dll. Sebagai gantinya mereka mengganti dengan juruselamat
yang sama rata sama rasa, kebenaran yang subyektif tergantung konteks,
dengan tujuan dialog mencari muka pemerintah dan Muslim; sembari memuji
Al Quran, Muhammad, Buddha, dll. dengan merendahkan Alkitab, merendahkan
Yesus Kristus menjadi salah satu Buddha, menyangkali Tritunggal, menolak
korban penebusan dosa sebagai esensi utama Kristen; dan diganti dengan
Yesus pejuang sospol yang sinis, radikal, "nyentrik" yang missinya
memberi teladan, dan bela rasa tetapi bukan sebagai penebusan pengganti
orang berdosa. Sehingga gerakan ini merupakan gerakan dalam tubuh
Kristen sendiri yang intensif melawan missi gereja untuk membawa Injil
Kristus yang menuntut pertobatan dan pemuridan dalam gereja. Ironisnya,
GKI dan gereja protestan lainnya mendukung proyek bunuh diri teologi
Kristen ini dengan uang jemaat2 yang tanpa pamrih.

Sebagai awam, saya coba bicara pribadi dengan majelis dan jemaat; tetapi
kebanyakan tidak ingin perubahan. Alasannya: orang2 itu orang baik
kepribadian mereka. Halus tutur kata, dan sopan perangai mereka. Saya
kira ini imbesilitas, itu bukan argumen. Kita ngomong ajaran dia lawan
dengan kepribadian dan perangai. Memang mereka itu orang bertutur kata
halus tetapi jika isi, konten, dan esensinya skeptis, agnostik, bahkan
anti Alkitab, anti Kristen, anti Kristus, anti Tritinggal, anti
pertobatan, anti penginjilan; maka orang2 ramah itu tetap saja berbahaya
bagi gereja dan jemaat! Bahkan justru lebih berbahaya dari orang yang
tidak ramah. Justru preman dan mafia; pihak Islam radikal, dll. tidak
berbahaya karena sudah ketahuan esensinya. Tetapi lawan Kristen yang
mengatasnamakan teologi bela rasa; lawan Kristus dengan pretensi
kontekstual; lawan Tritunggal, lawan teologi ortodoks dengan topeng
disfungsional konservatif segala memang bahaya dan destruktif. Namun
terus membela diri dengan alasan2 mistik yang mengada ada.
Setelah mencermati tulisan tentang STTJakarta di
Cyber GKI saya koq merasa bahwa sikap diamnya GKI-STT itu
menyembunyikan 'udang di balik batu' dengan alasan2 spiritual sperti
diampuni, didoakan, dll. Saya kira harus ditanggapi dong untuk
clearance bagi ribuan penanya. Jangan sembunyi di balik "peraturan",
"anggaran dasar" "kesejukan cyber GKI" "media spiritual" segala -
karena banyak orang GKI sendiri terganggu bukan saja oleh pendeta2
lulusan STT2 yang disebut, tetapi juga terganggu oleh sikap diam GKI dan
STT2. Justru sikap diam itu mereka lebih tafsir sebagai menyembunyikan
udang di balik batu. Kalau yakin benar mengapa tidak terang terangan
menolak tuduhan sesat dengan EVIDENSI KULIAH2 STT dll!!

Penjelasan tentang SUBSTANSI AJARAN IOANES, EKA, STT JAKARTA perlu
diketengahkan. Sebab di tanah air sendiri orang juga tahu kalau Kairos,
majalah GKI yang mengangkat tulisan Rakhmat menimbulkan banyak protes.
Juga banyak laporan kalau dia merusak gereka GKI semasa kependetaannya.
Kalau PENGAKUAN IMAN GKI ada, ya silahkan dievaluasi saja tuduhan sesat
berdasar itu. Jadi tidak hakimi itu orang2 karena siapa kenal mereka.
Tentu sangat sedikit netter yang kenal Rakhmat, Eka, Titaley, dll.
Tetapi kan mereka itu DOSEN2 STT YANG MENDIDIK DOGMA TERTENTU KEPADA
PARA CALON PENDETA. Apakah GKI perduli dengan SUBSTANDI APAKAH YANG DIA
ORANG AJARKAN DI KELAS? Saya usulkan untuk hal substansial ini
diclearkan, jangan dirohanikan dengan pipi kiri dan pipi kanan segala.
Jangan dialihkan dengan "Bapa ampuni mereka karena mereka tidak tahu apa
yang mereka perbuat" segala. Saya kira itu penggunaan ayat secara tidak
bertanggung jawab. Itu malah sikap fundamentalistik yang anti
intelektual. Apakah GKI dan STT2 kurang orang yang qualified? Tentu
tidak. Jadi demi tidak membiarkan semakin jauh kesalahpahaman ini,
sekarang juga perlu diresponi dengan EVIDENSI AJARAN BENAR SEHAT YANG
DIAJARKAN DI STT2 TERSEBUT.

Andaikata sinode GKI dll., memang tahu tetapi tidak mampu berbuat apa
apa, maka jangan gunakan alasan2 rohani untuk tidak menjawab. Saya kira
ini yang mendasari silencenya GKI dan STT2. Dalam perjalanan ke kampus
kampus Kristen di tanah air, saya temukan bahwa yang paling anti Kristen
dan kegiatan Kristen, yaitu pimpinan dan policy Satya Wacana yang sudah
sejak lama anti segala aktivitas penginjilan dan pemuridan yang
dilakukan mahasiswa Kristen di kampus itu. Semasa mahasiswa dan juga
semasa menjadi anggota GKI, saya sendiri mengalami bahwa GKI sangat
alergi dengan kegiatan2 rohani Kristen di kampus2 yang kami jalankan.
Dan meskipun bukan pendeta, saya mendengar sendiri para calon pendeta
dari STT2 Jakarta, Satyawacana dan Duta wacana sangat sinis, bahkan
terang2an menentang kebaktian doa, penginjilan, dan kelompok kecil.
Mereka lebih setuju kalau kita cukup menolong orang2 yang kekurangan.
Sikap anti spiritual ini bukan rahasia lagi tetapi pengetahuan umum
tentang calon2 pendeta dari STT2 tadi. Nah ini membuat sulit bagi GKI
dan STT2 untuk menjelaskan. Karena (1) para pendeta jemaat dan pejabat
sinode GKI tidak qualified secara teologi untuk menghadapi peneliti2
seperti Ioanes Rakhmat; (2) para pendeta dan sinode yang kebanyakan
orang2 awam yang alim itu mustahil bisa menghadapi politisi seperti John
Titaley yang di satu pihak kelihatan membela Kristen, tetapi di lain
pihak paling getol mengubah segala kegiatan Kristen menjadi aksi sosial
semata; (3) sulit menjelaskan karena para pendeta GKI yang kebanyakan
cuman S.Th tidak akan berkutik menghadapi sedikit saja penjelasan
Ioanes, Eka, dll. Akhirnya, kalaupun tahu tentang ketidak beresan dalam
STT2 (dikata sesat oleh Benny), mereka tidak mampu berbuat banyak,
selain bersembunyi di balik alasan rohani2.

Saya bukan ahli teologi dan bukan pejabat gereja, tetapi di tangan saya
terkumpul berbagai dokumen, paper, dll. dari Eka, Titaley, Ioanes,
Haskin, dll. Dan sulit sekali bagi saya untuk mengatakan bahwa setelah
membaca tulisan2 ini iman saya dikuatkan. Saya menjadi skeptis malah
terhadap Alkitab. Bahkan cenderung sinis terhadap yang namanya hal2
rohani. Artinya, sebagai awam yang mencari roti, kami di beri batu oleh
GKI dan STT2. Tetapi kami ingin memberi GKI STT the benefit of the
doubt untuk menjelaskan dan membela kebenaran ajaran mereka.

Dalam diskusi dengan keluarga dan rekan2, kami ingin agar GKI dan STT2
bisa memberikan keterangan memadai mengenai (1) ISI AJARAN TEOLOGIS
TENTANG ALKITAB, ALLAH TRITUNGGAL, KRISTUS DAN KESELAMATAN MACAM APAKAH
YANG DIAJARKAN DI STT2. SEKALI LAGI, KAMI INGIN TAHU ISI DAN INTI
AJARAN YANG DISAMPAIKAN DI RUANG2 KULIAH PARA CALON PENDETA GKI, GKJ,
GPIB DLL TSB?; (2) Dimanakah kami bisa dapatkan DIKTAT, PAPER, ARTIKEL
JURNAL, KASET KULIAH, SEMINAR DARI DOSEN2 STT SEPERTI EKA, IOANES,
TITALEY DLL?; (3) Kami ingin tahu buku2 apakah yang dijadikan pegangan
dalam hal biblika dan teologi di STT2 kita itu? Sebelum itu (4) Kami
ingin agar GKI dan STT2 menjawab SUBSTANSI TUDUHAN KESESATAN GKI STT2
YANG DITUDUHKAN DENGAN ISTILAH RAKHMADI ITU. ARTINYA KAMI INGIN MELIHAT SUBSTANSI DI COUNTER DENGAN SUBSTANSI YANG LEBIH BAIK.
Agar iman kami bisa dikuatkan dan tidak goncang.

Saya bergumul untuk tidak percaya tuduhan bahwa Ioanes Rakhmat
menggunakan filsafat Marxis tentang pertentangan kelas menjadi
PRASUPOSISI 'Kristen' untuk menempatkan Yesus Kristus di tengah
pertentangan kelas di antara kaya dan miskin. Apakah benar metode
teologi Rakhmat, Titaley dll. menggunakan analisa sosiologi Marxis guna
mengganti analisa biblika bahwa masalah sosial berakar pada dosa asal,
dan melokasi masalah sosial budaya pada sistem kelas sistem kelas yang
menekan yang miskin? Apakah ajaran bela rasa Ioanes Rakhmat itu
merupakan esensi utama Kristologi? Ini mah membuat Kristen tidak
obyektif lagi tetapi subyektif. Bagaimana kalau orang bisa bagi rasa
atau bela rasa tanpa menjadi percaya Kristus? Di manakah keunikan
ajaran bela rasa ini? Saya kira kita mengada ada atas nama ilmiah.

Kemudian dalam penjelasan GKI dan STT2 perlu ketegasan tentang doktrin
pluralisme dan keselamatan. Karena dari majalah GKI Penuntun jelas
sekali bagi saya bahwa Ioanes Rakhmat mengajarkan bahwa ada keselamtan
dalam Islam, Hindu, Buhhisme, dll., sebagaimana dalam Kristen. Para
awam justru tidak ingin mengambil resiko menjadi bahaya kalau jadi
Kristen kalau keselamatan juga dan sudah ada dalam agama apa saja. Dan
apakah maksud Ioanes Rakhmat bahwa, Kritus orthodoks "menimbulkan
disfungsionalisasi kekristenan dalam zaman globalisasi." Apakah gereja
disfungsi justru kalau dia gereja yang tetap ingin memberi tahu Yesus
kepada orang di luar gereja? Apakah yang demikian itu harus ditolerir
GKI dan STT2 demi scholarship dan kesetia kawanan?

Selanjutnya GKI dan STT2 perlu menunjukkan bahwa missi dan visi STT2
bukan sosiologi tetapi teologi. Dan apakah Satya wacana, misalnya,
sudah berubah bukan lagi sekolah tinggi teologi tetapi sekolah tinggi
sosiologi agama? Tolonglah kami agar memahami apakah itu yang dimaksud
dengan misi sosiologi agama? Bukankah mereka disiapkan menjadi pekerja
rohani atau rohaniwan; tetapi kini malah berubah menjadi pekerja sosial?
Saya ingat komentar seorang gembala sidang di kalangan GKI di rumah
saya, bahwa para alumni STT yang bekerja di kantor sinode, tidak lebih
dari sekelompok preman.

Jikalau ortodoksi atau konsrvatisme Kristen itu salah, di mana salahnya?
Saya kira aplikasinya tidak sempurna, tetapi toch tidak perlu membuang
ajarannya yang sudah diterima selama 2o abad. Dan jikalau ortodoksi itu
keliru harus dipapar dulu jangan asumsi salah semata. Pak Eka justru
mengatakan tanpa evidensi bahwa GKI harus bergerak di luar ortodoksi.
Tidak heran orang langsung menuduhkan liberal dan sesat. Kalau di luar
ortodoksi terus itu apa? Dogma dan kepercayaan apa di luar ortodoksi
inilah yang dituntut para orang Kristen di dalam dan luar negeri. Saya
kira mengelak justru merugikan GKI dan STT2. Ini saatnya kebenaran
diangkat disampaikan secara internasional. Mengapa harus di taruh di
bawah gantang?

STTJAKARTA, STT DUTA WACANA, STT SATYA WACANA PUSAT DEKRISTENISASI--PUSAT PERUSAKAN IMAN KRISTEN

ALKITAB (BIBLIOLOGI)
Liberalisme Ioanes Rakhmat yang diindoktrinasikan di trio STT2
Jakarta-Duta-Satyawacana (STT2 JDS) dan dipopulerkan GKI2 dll. tidak
melokasi wahyu dalam tulisan Alkitab (menolak propositional revelation)
tetapi sebagai alat wahyu yaitu pengalaman pribadi jumpa Tuhan ( Lih..
Avery Dulles, Models of Revelation, ps. 5). Wahyu bukan tulisan tetapi
kejadian sejarah yang kontinyu. Alkitab cuman kesaksian kejadian iman
orang jumpa Tuhan secara pengalaman. Itu wahyu. Subyektif, personal,
experiensial. Karena itu Ioanes Rakhmat, Eka Darmaputera cs. dengan
enak saja mengajarkan dogma bahwa: Alkitab berisi Firman Allah
[pengalaman orang percaya], tetapi Firman Allah tidak identik dengan
Alkitab saja." Eka menyalin buku Wesley Ariarajah, "The Bible and
People of Other Faiths," "Alkitab dan Orang-orang yang Berkepercayaan
Lain" (BPK Gunung Mulia), yang menyangkal bahwa Alkitab identik dengan
Firman Allah, cuma kesaksian tentang Firman yang terus jadi secara
eksperiensial. Dengan frasa2 demikian ditimbulkan kesan ilmiah,
canggih, terbuka, dll. tetapi pada dasarnya merupakan penyimpangan dari
prinsip reformasi - Sola Scriptura. Untuk metode menyesatkan ini yang
paling canggih adalah pendekatan Eka yang bunglonistis. Kalau di
kalangan yang cenderung konservatif, dia gunakan istilah2 yang mereka
familiar; namun di konteks yang non konservatif, bunglonisme ini tidak
ada batasan penyangkalan Alkitabnya. Yang demikian itu
diindoktrinasikan di STT2 JDS dan dimasyarakatkan lewat GKI2 cs.

Teologi bunglonisme Eka Darmaputera terlihat dengan pemikirannya yang
tidak berani diutarakan langsung dan tegas jelas; tetapi licik lewat
liberalisme yang disadurkan dari buku Wesley Ariarajah misalnya, "The
Bible and People of Other Faiths" [Alkitab dan Orang-orang yang
Berkepercayaan Lain], terbitan BPK Gunung Mulia. Buku ini sarat ajaran
sesat yang dibungkus istilah2 solidaritas sosial, agama, politik, yang
sesuai konteks; sehingga pembaca cenderung terkecoh, dan merasa down to
earth. Tetapi di sinipun jelas terang missi Eka tetap saja untuk
melawan ajaran konservatisme yang dia tuangkan lewat buku seperti itu.
Jangan terkecoh. Ini hanya metode. Yang jangan dilupakan yaitu dia
promosi isinya lewat publikasi buku tsb. Nanti dibenarkan dengan alasan
'pikiran alternatif,' 'terbuka,' 'kontekstual,' 'keterlibatan,' dlsb.,
tetapi pada dasarnya tetap penyangkalan doktrin2 Alkitab yang
fundamental secara kolosal total. Dan bunglonime demikian itu metode
standar yang dipakai di trio STT JDS dan dimasyarakatkan GKI cs.

Pretensi kecanggihan ilmiah untuk membungkus belang penyangkalan
inspirasi Alkitab dibuat dengan alasan Alkitab di tulis manusia, ditulis
dalam budaya lain, dengan pola pikir dan bahasa lain dari sekarang.
Siapa bilang tidak ditulis manusia? Tetapi liberal sangkali inspirasi
verbal yang dikatakan Paulus (2Tim. 3:16; 2Pet. 1:21; 1Kor. 2; dll.).
Siapa bilang kalau manusia nulis berarti mesti salah. Itu logika
celaka. Manusia yang bisa salah dipimpin Roh Kudus, karena itu produk
tulisan mereka justru tidak salah. Tidak ada anti intelektualismenya
dalam sikap tsb. Itu hanya realisme biblika yang pro-supernaturalisme.
Ini faktor supernaturalisme yang ditolak trio STT JDS. Ini skeptisisme
JDS yang berbingkai anti supernaturalisme yang mereduksi Alkitab jadi
buku biasa, dan bahkan lebih rendah dari buku biasa. Kalau Ioanes
Rakhmat sangat menghormati isi Injil Thomas sebagai laporan historis,
maka dia menolak tegas Injil2 sebagai laporan historis yang jujur;
sementara Eka menolak secara lebihhalus, lebih filosofis, lebih berbelit
belit, namun esensinya sama menolak inspirasi Alkitab secara
supernatural. Ini efek dari falsafah antisupernaturalistik yang ada
dibalik teori penulisan Alkitab trio JDS. Baca saja dengan teliti topik
ini dalam buku Harun Hadiwiyono, Iman Kristen misalnya, - dia katakan
bahwa tulisan2 Alkitab itu tulisan manusia melulu thok. Tuhan sekedar
berdisi [pasif] di belakang penulis. Berdiri pasif di belakang tidak
sama dengan inspirasi detil verbal proposisional Kitab Suci. Secara
halus dia mau katakan bahwa tidak ada itu inspirasi supernatural.
Falsafah rasionalisme di balik pandangan ini yang bahaya dan destruktif.
Dan sikap inilah yang diindoktrinasikan dosen2 STT2 JDS dan
dimasyarakatkan lewat GKI cs.

ALLAH (TEOLOGI PROPER)
Allah Alkitab, Allah Kristen sama dengan Allah semua agama. Meski
ajaran demikian ditolak Islam, dll., dan tidak diajarkan dalam Alkitab
tetap di ajarakan di trio STT JDS. Dan ini direstui gereja2 Protestan
tanah air dengan mendiamin dan menerima pendeta dari trio STT JDS itu.
Ini kerangka di balik teologi pluralisme dan universalisme JDS (lih.
John Hick, Paul Knitter, dll). Tidak heran kalau yang ditekankan bukan
ajaran Tritunggal, tetapi yang Ioanes Rakhmat dan Eka katakan, Allah
Yang Maha Esa. Bahkan tujuan tokoh seperti Johan Titaley dari
Satyawacana yaitu menghapus sama sekali nama Kristen dari aktivitas
Kristen yang terutama berakar pada Ketuhanan Yang Maha Esa dan bukan
Tritunggal, karena jelas Kristus mengganggu kerukunan. Kerukunan
menjadi 'Tuhan' Yang Maha Esa, sedangkan Kristus yang mengganggu
kerukukan mesti dibuang bahkan nama Kristen sekalipun harus dibuang.
Mendengar ajaran JDS tentang Allah yang tidak biblika malah anti biblika
menyadarkan bahwa semakin Dia dipelajari semakin asing Dia bagi kita.
Bahkan mereka menyalin buku Compassionate God (C.S.Song, BPK) yang
mengajarkan dogma bahwa kalau mau kenal Allah belajar anthropologi,
jangan belajar tentang Allah. Skeptisisme dan agnostisisme
epistemologis a la Kant ini melandasi kerangka pikir JDS bahwa Allah itu
unknowable, Dia hanya bisa dikenal lewat peristiwa sejarah bukan
proposistional revelation. Akibatnya skeptis terhadap ajaran Alkitab
tentang Alkitab sendiri dan juga tentang Allah. Tidak juga heran kalau
Ioanes Rakhmat menolak begitu saja laporan penciptaan dunia oleh Allah
sebagaimana kitab Kejadian. Mulai dari Alkitab yang banyak salahnya:
termasuk tentang Allah, penciptaan, Kristus, dan keselamatan dan
lainnya. Kalau Allahnya semua agama sama, untuk apa percaya Yesus? Apa
lagi implikasinya? Kalau sama untuk apa penginjilan?! Ini akarnya
mengapa trio JDS itu lawan penginjilan klasik diganti dialog kerukunan
yang getol dipromosikan Titaley cs. Dan yang demikian ini
dipropagandakan trio JDS dan dimasyarakatkan GKI cs.

KRISTUS & KESELAMATAN (KRISTOLOGI & SOTERIOLOGI)
Dari Allah yang sama, dan Alkitab yang tidak diinspirasikan, sekedar
salah satu kitab dari kitab2 lain yang sama religiositasnya, trio JDS
mengindoktrinasikan Kristus Kosmic dan Keselamatan Universal. Ini tidak
menghakimi tetapi sekedar menyebut saja rahasia umum yang sama kita
ketahui tentang ajaran JDS tentang Kristus dan keselamatan. Tulisan2
Ioanes Rakhmat dalam PENUNTUN 3:11 ('97) tentang Yohanes 14:6 yang
menyangkal habis ekslusivisme dan bahkan mengafirmasi keselamatan dalam
Islam, Hindu, dan Budhisme merupakan eksplitisasi apa yang lazim
diajarkan trio STT JDS itu. Artinya, yang terjadi dengan gerakan
Rakhmadi bukan sekedar urusan ilmiah dan non-ilmiah yang netral, tetapi
urusan asumsi dan metode yang mengambrukkan fondasi iman Kristen, yaitu
Kristologi, yang menjadi dasar penginjilan dan atau missi gereja. Tanpa
fondasi Kristologi yang solid, maka Kristen yang didekristenisasi hanya
sekedar salah satu sistem moralitas, atau sistem filsafat [lihat,
tulisan Ioanes Rakhmat dalam majalah GKI, PENUNTUN 2:6 (Januari-Maret
1996), 114-24].. Dalam majalah GKI Kairos, Januari 1996 halaman 37,
para dosen STT Jakarta melaporkan bahwa mereka masih mencari Yesus
sejarah. Tujuan pencarian yaitu MEMPERTANYAKAN SEMUA YANG DIPERCAYAI
GEREJA SELAMA INI. Dan kesimpulan yang dicapai yaitu: "RUPANYA BENAR,
SEMAKIN KITA MELIHAT APA ARTINYA YESUS PADA ZAMAN DAN TEMPATNYA SENDIRI,
SEMAKIN ASING IA BAGI KITA." Apakah ini kalau bukan dekristenisasi
dengan meniadakan keunikan dan kedudukan Kristus dalam Kristen? Jikalau
Kristus di-deillahikan dari satu satunya jalan keselamatan menjadi salah
satu jalan keselamatan, maka secara esensil, tidak ada lagi yang unik
dengan Kristen. Dan proyek destruktif ini sedang dilaksanakan trio STT
JDS atas nama Kristen dengan dana gereja2 protestan Indonesia. Mereka
sedang membongkar dasar pijak Kristen sendiri dengan restu gereja.

Setelah penolakan Alkitab, ibarat domino - satu demi satu 'kartu' atau
doktrin ajaran Kristen yang telah dianut 20 abad runtuh satu demi satu:
(1) Alkitab tidak identik dengan Firman Allah; lalu (2) semua Allah
sama, pantheisme, monisme, Tritunggal sama esensi; (3) lalu semua jalan
sampai pada Allah - Kristus tidak unik, cuma salah satu; (4) penginjilan
diganti dialog; dan (5) missi gereja bukan demi kabar baik Kristus,
tetapi demi kerukunan antar umat beragama tanpa segan korbankan
sentralitas iman Kristen yaitu Kristus sendiri. Ini gerakan menyerap
semua yang anti Kriten lalu dibaptis menjadi Kristen; tetapi semua yang
esensil dalam Kristen dibuang di selokan universalisme. Akhirnya, yang
disampaikan GKI dan trio STT2 JDS itu Kristus yang telah di
de-illahikan, dan sistem moral yang telah di- dekristenkan. Dan ini
dengan restu dan uang GKI cs.

Karena itu tidak berlebihan jikalau sidang jemaat GKI dan gereja
protestan ditanah air menuntut GKI dan trio STT JDS mengklarifikasi
ajaran dan indoktrinasi mereka kepada para calon pendeta protestan tanah
air. Kalau sumber air minum dilaporkan diracuni dan pemerintah serta
masyarakat masa bodoh ini tragis. Demikianpula tragisnya sikap masa
bodoh GKI cs dan juga jemaat yang mendiamkan laporan kesesatan yang
diracunkan pemikiran para pendeta dan calon pendeta protestan di tanah
air. Saya anjurkan agar SUBSTANSI AJARAN dan kurikulum trio STT JDS dan
ajaran aktual mereka di cek konten, dianalisa presuposisi, dan implikasi
ajaran2 tersebut. Setelah kontroversi ini muncul di internet mengapa
tidak GKI dan trio STT JDS diminta mengungkapkan ajaran baku mereka
tentang Alkitab; tentang Kristus dan keselamatan; tentang missi gereja
dll.? Kalau tidak gereja yang menuntut siapa lagi? Jikalau tidak
segera apakah waktu yang akan selesaikan? Juga pikiran sesat lagi.
Mengapa tidak bertindak demi kesehatan jemaat? Kalau jemaat tidak
perduli lagi tentang ajaran2 pokok iman Kristen seperti Alkitab,
Tritunggal, Kristus, dan Keselamatan; apatah artinya kematian Kristus di
salib dan keunikan Kristus? Jikalau doktrin2 esensi Kristen itu tidak
unik, maka Eka benar: missi terutama yaitu melawan konservatisme atau
men-dekristenisasikan Kristen a la Ioanes Rakhmat.
Jikalau gereja peduli dengan ajaran sehat, mengapakah tidak meminta
BUKTI EVIDENSI PENGAJARAN DOKTRIN KRISTEN YANG SEHAT DI TRIO STT JDS?




AMANAT AGUNG SESAT VERSI IOANES RAKHMAT

SIMAK TULISAN RAKHMAT INI: DIA LEBIH PERCAYA KESELAMATAN PENGANUT ISLAM KARENA MELAWAN AMANAT AGUNG. GKI BIAYAI DOSEN UTK HANCURKAN IMAN KRISTEN SENDIRI LEWAT STT JAKARTA

AMANAT AGUNG:
"JADIKANLAH SEKALIAN BANGSA MURID-KU!"
Dulu sebelum saya makin dibuat repot oleh militansi para murid
pendekar Stephen Tong dari sekta ReforMED Injili Indonesia, ada sebuah
sekolah teologi di Jakarta yang dengan keren menamakan diri Sekolah Teologi
Amanat Agung.
Waktu mendapatkan brosur penjelasan tentang sekolah itu, saya
cukup kagum sekaligus prihatin. Mengapa? Mereka sudah dengan eksplisit
(dalam nama yang diberikan kepada sekolah mereka) menyatakan memikul misi
untuk "menjadikan sekalian bangsa murid" Yesus. "Bangsa" di sini, dalam
konteks Indonesia, ya tentu bangsa Indonesia. Nah, saya kagum dengan
keberanian visioner mereka yang jelas mereka nyatakan, hitam di atas putih.
Tetapi saya prihatin, karena mereka sebenarnya orang Kristen yang tinggal
di Indonesia tetapi tidak mengenal Indonesia, atau, lebih tepat,
"bermasa-bodo" dengan konteks Indonesia.
Tetapi sekarang (saya kurang tahu mengapa) sekolah itu lenyap,
berubah nama, mungkin karena melihat akan ada badai gurun.
Saya kurang tahu, apakah keberanian visioner "out-of-context"
itu berinkarnasi (menjelma) di dalam sekta ReforMED Injili Indonesia (RII)
dengan sekolah tinggi teologinya yang berlabel STT ReforMED.I.I.
Saya juga kurang tahu apakah di tahun 2000 ini sekta RII ini
juga bersemangat untuk "menjadikan sekalian bangsa" murid Yesus dalam
konteks Indonesia, mengingat kiprah bakar-membakar dari "sisa-sisa" rezim
yang sedang sakit hati sedang menyapu Indonesia dengan "menunggang"
gerombolan-gerombolan antah-berantah. Ini tentu "mengerikan".
Betapa tidak! Lihatlah, aksi teror-meneror sudah juga melanda
Pulau Bali, padahal di Pulau Dewata yang sakti itu itu banyak "dewi" dan
"bidadari" jelita turun dari kahyangan untuk bermandi-mandi di bawah sinar
lembayung tanpa penutup buah dada. Kasihan ya nantinya para bidadari itu
.... sedang mandi-mandi no-bra ... tiba-tiba lari lintang-pukang melihat
api membara di tengah-tengah sungai dan di laut Pantai Sanur!
Betapa tidak! Saya juga sudah "ditakut-takuti" dengan ancaman
ciptaan sisa rezim ini "BAKAR!", kalau terus menulis tentang sekta RII ini.
Maksudnya: sekta ini yang bisa ajdi akan dibakar!
Apa betul ancaman "BAKAR!" harus menjadi suatu mitos pemberangus
dan peneror terhadap setiap penulis masalah keagamaan ? Seperti dulu,
ketika mitos "PKI Lu!" telah menjadi pemberangus untuk penulis-penulis dan
mahasiswa-mahasiswa kritis?
Saya bilang kepada rekan saya, Ah, buang mitos itu! Jangan
berangus saya! Kalau pun dibakar mereka akan bisa membangun baru kembali!
Dalam imajinasi saya barangkali saja mereka memiliki simpanan
uang 5 Milyar Rupiah untuk membangun kembali. Kalau saya, ya ada sih barang
50 Gulden saja (artinya: 50 X Rp. 3.500).
Ya, jadi, saya menulis terus sambil menunggu diganyang para
murid sang pendekar di milis ini.
Nah, kembali ke amanat agung "Jadikan sekalian bangsa murid
Yesus"!
Siapa pun juga dari kalangan Kristen, lebih-lebih lagi kalangan
sekta RII yang terkenal militan-puritan-karbitan itu, kalau masih belum
melakukan reinterpretasi dan pendefinisian ulang atas klaim doktrinal
sebagai umat superior, umat tunggal pilihan Allah, umat kristen
puritan-ortodoks yang bertuhankan Yesus Kristus yang diklaim sebagai Allah,
dan masih belum sanggup menerima penafsiran- dan pendefinisian ulang yang
sudah banyak tersedia dari pelbagai penjuru dunia, maka bagi mereka
perintah "Jadikanlah sekalian bangsa Kristen (= murid Yesus)" adalah
perintah mutlak yang tidak bisa ditawar-tawar lagi! Harus dilakukan!
Selama puritanisme ortodoks yang menempatkan kekristenan itu "superior"
masih dipertahankan mati-matian, maka perintah evangelisasi kristenisasi
ini masih menjadi sisi lain dari kekristenan, seperti dua sisi sebuah mata
uang logam yang tidak bisa dilepaskan satu dari yang lainnya. Bagaimana pun
perintah evangelisasi ini mau ditafsirkan kembali (andaikan saja oleh sekta
RII), selama mentalitas superior belum dipangkas, maka yang menjadi tujuan
akhir tetap sama: kristenisasi!
Apakah sekta ReforMED I.I. telah melakukan penafsiran ulang dan
redefinisi atas kekristenan mereka? Jelas, mereka tidak akan lakukan ini,
sebab mereka, sebagaimana mereka klaim, adalah kalangan terpilih yang
"pure", murni, seperti air sulingan, atau seperti Aqua atau Ades, yang
tidak tercemar. Melakukan itu, berarti tidak murni lagi, impuritan.
Ketika saya belum menarik diri dari milis CyberGKI, pada suatu
saat masuklah sebuah posting yang memuat transkrip pidato atau ceramah sang
pendekar sekta ini yang disampaikan di suatu universitas di Jawa Tengah
(entah tahun berapa). Isinya: menjunjung Yesus sebagai Tuhan yang suci,
tetapi sekaligus menyebut sejumlah pendiri agama-agama dunia lain sebagai
tokoh-tokoh tidak suci, alias cemar. Tentu saja saya bereaksi, disertai
juga kemudian oleh sejumlah rekan pendeta lain dari lingkungan GKI. Kami
bongkar isi pidato itu dan berusaha membimbing anngota-anggota milis
lainnya untuk tidak terpengaruh posting itu.
Lalu juga bermunculan di milis itu posting-posting dari seorang
murid sang pendekar (nama sang murid tak layak disebut di sini!) yang
mendiskreditkan seorang nabi besar lainnya dalam agama non-Kristen. Yang
bersangkutan, saya dapat info pribadi via 2 email japri, sekarang sudah
dikeluarkan dari milis GKI itu. Yah ... itulah !
Kejadian yang sama berulang kembali oleh beberapa orang lain
(entah apa agama mereka!) di milis lainnya yang sampai sekarang saya masih
mau bertahan di dalamnya untuk "mengimbangi" mereka. Terus-terang, di milis
kedua ini Nabi Muhammad dan Islam Indonesia betul-betul dihantam
habis-habisan! Tetapi beberapa orang (saya dari pihak Kristen)
mengimbangi, dengan antara lain menegaskan bahwa "Islam itu pembawa damai."
Syukurlah, serangan "gila" itu reda juga! Inilah Indonesia masa transisi di
dunia maya elektronik mailinglist!
Lalu, saya juga sempat berhadapan dengan seorang murid
kesayangan sang pendekar sekta ini (kali ini namanya pantas disebut: Yakub
SUSABDA) beberapa tahun lalu yang telah menyampaikan "sabda yang tidak
baik" ketika diberi kesempatan berkotbah di suatu gereja yang saya kenal di
Jakarta. Tokoh-tokoh muslim yang sangat dihormati bangsa Indonesia
dilukiskan demikian rupa oleh sang SUSABDA sebagai tokoh-tokoh yang harus
diwaspadai oleh orang Kristen. Salah seorangnya malah sekarang menjadi
orang nomor satu di Republik kita ini. Indoktrinasi yang luar biasa
membahayakan jemaat Kristen!
Saya tegur keras sang Susabda ini, dan saya ancam akan saya bawa
kaset-kaset rekaman kotbahnya ke rekan-rekan Muslim. Dia "takut" setengah
mati ... alu dia berjanji (lewat telpon) bahwa ia akan lebih berhati-hati
di masa depan. Belakangan, saya dapat laporan lain lagi tentang beliau di
lapangan .... beda dari yang dijanjikannya. Aaaahhhhh ... Su ...su ....
engkau betul-betul SUNTZU!
Mengapa saya ungkapkan semuanya ini? Untuk memperlihatkan
beberapa bukti militansi Kristen. Juga bertujuan ini: Supaya mereka
bertobat! (ini kan 'gaya bahasa' mereka sendiri yang saya pinjam
sementara!). Artinya: Supaya mereka mulai berusaha bisa memandang
agama-agama lain dan semua tokohnya yang mukmin dengan penuh respek sejati,
sampai ke dasar batin! Jangan jadikan umat-umat non-Kristen sebagai sasaran
misi "mentobatkan orang lain untuk masuk Kristen"! Misi ini sama dengan
menyamakan orang-orang berkepercayaan lain sebagai penyembah-penyembah
berhala yang, pertama, patut ditegur dengan ancaman hukuman neraka, lalu,
patut diselamatkan oleh mereka yang sebenarnya juga tidak tahu apa artinya
sorga!
Bisakah terjadi pertobatan sungguhan? Selama mentalitas
"superior", "puritan" , "komunitas tunggal ilahi", "satu-satunya umat
pilihan" masih menguasai mereka, pertobatan sejati tidak akan terjadi. Yang
sesungguhnya bisa terjadi hanyalah "pertobatan strategis" untuk SDSB,
"Selamatkan Diri Sendiri, Bung!" Ketika nanti iklim kehidupan antaragama di
Indonesia harmonis kembali (hopefuly .. tetapi bisakah setelah dua tahun
terakhir ini suatu 'model kekerasan' ditanamkan di mana-mana di bumi
Indonesia dalam hubungan antar-umat beragama ... ????), pertobatan
strategis ini akan ditinggalkan, dan ketika kondisi memungkinkan kembali
mereka akan memperlihatkan "kuku-kuku tajam" penginjilan mereka yang
sementara telah lama disimpan.
Hal yang saya tuangkan dalam paragraf di atas juga berlaku bagi
semua umat beragama lain, khususnya umat Islam yang juga mewarisi semangat
keras badai gurun seperti agama Yahudi-Kristen. Selama mentalitas doktrinal
"umat tunggal pilihan" menguasai umat beragama mana pun, maka di situlah
benih-benih perang agama mulai ditabur dan menanti waktu untuk membuahkan
badai gurun betulan.
Mungkin orang-orang seagama dengan saya akan menyergah saya, Apa
misi gereja yang utama jadinya, kalau evangelisasi ditinggalkan?
Jawab saya jelas: Perpindahan agama yang terjadi karena seorang
Kristen atau seorang Muslim atau seorang beragama lainnya ...
memperlihatkan sikap hidup yang penuh respek kepada sesama yang
berlain-lainan agama dan keyakinan, gaya hidup yang penuh kebajikan dan
keluhuran, adalah perpindahan agama yang terhormat dan bermartabat!
Sebagai penutup, saya kopikan di bawah ini kesaksian pribadi
seorang rekan muslim yang dikirimkan kepada saya. Saya melihat dan
merasakan bahwa di dalam dirinya kerahiman ilahi bekerja ... Dia lebih
dekat pada Allah tinimbang saya .... !

IOANES RAKMAT AJARAN SESAT GKI TENTANG KRISTUS

SIMAK TULISAN AJARAN PALSU DARI IOANES RAKHMAT BERIKUT INI; RAKHMAT INI LULUS S2 DENGAN THESIS MENOLAK KEILAHIAN YESUS KRISTUS SBG TUHAN DAN DENGAN ITU TOLAK YESUS SBG JURUSELAMAT SATU2NYA.

MASALAH BUKAN SOAL TAFSIR AYAT YANG SATU INI--TETAPI SIKAP ANTI KRISTUSNYA ITU YANG MEMANG TELAH MENOLAK KRISTUS DAN MENOLAK ALKITAB SBG FIRMAN ALLAH:

Yohanes 14:6 berbenturan dengan banyak Yesus
yang diakui bermacam aliran gereja

Kalau Yoh. 14:6 mengklaim "satu-satunya Jalan" adalah "Yesus", maka timbul
persoalan serius: Yesus yang mana? Banyaknya aliran gereja Kristen, dari
yang ekstrim kiri sampai yang ekstrim kanan, dari yang fanatik konservatif
sampai yang "open minded" dan liberal, dari yang sibuknya hanya mengurusi
dan membentengi doktrin sampai yang hanya harus menggumuli kenyataan pahit
hidup miskin yang dialami banyak rakyat negeri, menunjukkan banyak dan
bermacam-macamnya pemahaman dan pengenalan terhadap Yesus, sejalan dengan
bermacam-macamnya kebudayaan dan situasi sosial ekonomi dan politik di
dalam mana mereka masing-masing hidup, bertahan dan tumbuh. Yesus dalam
pandangan gereja Pentakosta kharismatik gemar mengusir setan-setan; Yesus
eksorsis kharismatik ini berbeda dari Yesus dalam pengakuan iman gereja
Kristen puritan Calvinis, misalnya, yang hanya sibuk mengurusi dan menjaga
doktrin yang ortodoks. Yesus bagi kalangan "Kristen Zaman Baru" tampil
sebagai Yesus mistik yang suka tafakur merenungi hakikat dan tujuan
keberadaan manusia; Yesus mistik ini berlainan wajah dengan Yesus sebagai
sang Profesor dogmatik dari kalangan Kristen Lutheran ortodoks, misalnya.
Lalu, Yesus dalam penghayatan orang-orang Kristen kaya raya anggota aliran
"Successful Bethany Family" atau aliran "Full Gospel Bussinessmen
Fellowship" berbeda tajam dari Yesus yang dihayati kalangan marjinal dan
terbuang dalam masyarakat kapitalis. Bagi kalangan yang sukses dalam
penumpukan harta kekayaan dari dunia ekonomi kapitalis, Yesus adalah sang
Penyelamat dan Broker pemberi berkat dalam bisnis, sedangkan bagi yang
miskin dan hina dina Yesus adalah Saudara yang setia ikut menderita,
menanggung sakit penyakit dan disingkirkan kalangan kaya raya. Lagi, Yesus
yang dipahami dan dicintai kalangan praktisi dialog antaragama akan sangat
berbeda dari Yesus yang dihayati dengan menggebu-gebu oleh kalangan
fundamentalis Kristen yang anti-dialog dan anti-pluralisme.
Ketika bermacam aliran gereja ini bersaing menomorsatukan diri dan
memperebutkan anggota sampai berkelahi satu sama lain, maka mau tidak mau
Yesus yang banyak itu juga ikut bersaing dan saling berkelahi. Maka,
akibatnya, dunia di luar gereja pada satu segi bingung mau mendukung Yesus
yang mana, dan pada segi lainnya senang juga bisa menyaksikan "pertandingan
sepak bola" atau "adu tinju" di mana Yesus yang satu ikut bermain dengan
suasana panas dan temperamental melawan Yesus yang lainnya lagi.
Yesus manakah yang sepatutnya diikuti dengan setia? Kalau kita
percaya bahwa adalah tanggungjawab kita bersama sebagai umat manusia untuk
menjadikan bumi yang satu ini sebagai tempat kehidupan yang adil dan
menopang bagi semua orang tanpa pandang bulu, maka jelas yang harus diikuti
dengan setia adalah Yesus yang berwajah humanis, yang menjunjung kasih
persaudaraan antar semua insan di dunia ini dan mendatangkan kasih dan
kerahmanian Allah untuk seluruh ciptaan.

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI JAKARTA DAN DOSEN2 ANTI KRISTUS

STTJakarta sarang liberalisme: sangkali doktrin2 inti iman Kristen. STTJ tolak Alkitab sbg Firman Allah tanpa salah; STTJ tolak kebangkitan Yesus secara jasmani; STTJakarta tolak Yesus sbg satu2nya jalan keselamatan. Prakteknya dari liberalisme: tolak penginjilan tolak misi gereja untuk menjadikan orang murid Kristus.

STTJakarta sarang penghinaan thd iman Kristen.

STTJakarta sekarang pusat studi Islam dan politik.

Percakapan di STTJakarta seputar hal2 yang dibicarakan di koran dan televisi karena telah meninggalkan Alkitab.

STTJakarta lebih pro Islam dari Kristen. STTJakarta merupakan sarang anti Kristus yang dibiayai GKI, HKBP dll

IOANES RAKHMAT ANTI KRISTUS

Pendeta GKI yang hancurkan GKI Bukit Duri, Ioanes Rakhmat; dan dosen STTJakarta ini adalah seorang yang mendapat gelar teologi dengan menolak Yesus sbg Tuhan.

Dosen STTJ ini juga anti Alkitab. Dia mengajar Perjanjian Baru dengan asumsi fakta sejarah PB salah. Dan ajaran PB intinya sosial. Bukan keselamatan. Rakhmat ini anti penginjilan. Anti ajaran pertobatan dan lahir baru.

Rakhmat ini lebih condong ke Islam daripada Kristen.

GKI memberi dana untuk pendetanya digaji guna menghancurkan iman Kristen sendiri.

Majalah2 GKI almarhum Kairos dan Jurnal Penuntun yang dicetak GKI Jabar penuh tulisan Ioanes Rakhmat yang anti Kristus, anti Injil dan anti keselamatan dalam Kristus.

SEKOLAH TINGGI TEOLOGIA ANTI KRISTEN

Sebelum masuk Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STTJ) orang percaya Alkitab sbg Firman Allah. Setelah lulus STTJ dengan gelar STh dll kebanyakan tidak lagi percaya Alkitab firman Allah.

Seblm masuk STTJ orangnya masih akui kebangkitan Yesus secara jasmani dari antara orang mati. Setelah lulus sarjana teologi STTJ alumni ini tidak lagi percaya Yesus bangkit dari kuburan secara jasmani.

Sblm masuk STTJ kenalan2 saya masih percaya Yohanes 14:6 Yesus satu2nya jalan keselamatan. Setelah lulus sarjana STTJ berganti mengganggap Yohanes salah dan Yesus hanyalah salah satu jalan keselamatan.

Dosen STTJ Ioanes Rakhmat dalam jurnal Penuntun tegas2 mengajarkan semua agama sama menyelamatkan dan Islam juga menyelamatkan. Dosen ini tidak percaya Yesus Tuhan dan tolak laporan Injil sebagai faktual.

STTJ adalah sarang anti Kristus anti Injil terkuat di Indonesia.